Senin, 16 Januari 2017

holiday in bali

saya mau berbagi sedikit cerita nih sobat tentang liburan di Bali kemarin. Sebenarnya ini bukan liburan pertama saya ke Bali, tapi dulu pas zaman SD juga saya pernah liburan ke Bali. Tapi yang kali ini, saya mau liburan sepuasnya. Ga perlu ada guide lah, yang penting saya bisa liburan. Itu aja initnya untuk yang kali ini mah. hahaa  πŸ˜„

Untuk yang kali ini saya liburan pake gaya backpacking, biasa lah untuk meminimalisir budget juga. Kalo dulu pas SD kan ikut study tour. . πŸ˜‹ 

Saya ke Bali lagi itu turun di bandara ngurah rai (bandara yang melelahkan, karena lagi itu pas saya kesana sedang direnovasi). Sampai di Bali, saya tunggu teman saya dulu karena dia pake penerbangan yang beda sama saya. ketauan banget ngiritnya.πŸ’©   teman saya datang sekitar pukul 13.00 waktu Bali. Pas teman saya udah nyampe, kita berdua jadi bingung, mau ngapain nih di Bali. Kita belum cari informasi tempat penginapan, tempat wisata yang dikunjungi, pokoknya serba bingung deh.πŸ˜‚   akhirnya nekat aja lah cari taksi. waktu itu jalan sedikit dulu keluar bandara untuk cari taxi. alhamdulillah dapat taxi blue bird dan langsung tancap. Bilang aja deh ke supir taksinya “Cari penginapan yang murah di sekitar pantai Kute pak…” katanya disitu banyak penginapan murah.πŸ‘§

Eh benar aja, tu sopir taxi nganterin saya ke penginapan yang murah untuk ukuran saya. Waktu itu biaya penginapannya sekitar 100 – 200ribu (tergantung fasilitas dan hari libur apa nggaknya). Bayar ongkos taxi ternyata cuma 37ribu. Pas mau jalan-jalan tinggal sewa motor sekitar 45 – 50ribu/hari. Kalo untuk makan mah saya cari yang murah aja di pinggir jalan kaya nasi bungkus gitu. Banyak ko yang murah-murah, tapi kalo mau cari yang lebih mahal ya banyak. πŸ’­  Oh iya, waktu itu nasi bungkus harganya sekitar 5ribu/bungkus. Dan untuk masuk tempat-tempat wisata disana biayanya antara gratis – 30ribu untuk biaya masuknya aja.  

Waktu itu saya cuma ngbudgetin tuk akomodasi disana sekitar 1juta untuk 4 hari (hotel AC + Motor).

Oh ya, motor kan tu butuh bensin. πŸ‘ Waktu tu bensin abis sekitar 20ribu untuk keliling Bali. Jadi kalo ditotal, makan tu abis sekitar 300ribu untuk berdua selama 4 hari di Bali. Main watersport di Tanjung Benoa sekitar 450ribu untuk berdua. Itu udah sama snorkling, flying fish, sama paraseling juga. Jadi selama 4 hari disana, saya sudah mengunjungi beberapa tempat wisata antara lain Pantai Kuta, Legian, Tanjung Benoa (tempat wisata air), GWK (ini tempat masuknya mahal banget, tapi di dalamnya cuma ad apatung dan bukit-bukit gitu aja), Ulu Watu, Bedugul, Tanah Lot, dan Pasar Sukawati (kalo kamu mau belanja disini tempatnya, tawar sesadis yang kamu bisa   )

Ternyata 4 hari di Bali itu ngga cukup,πŸ‘Œ karena masih banyak tempat wisata di Bali yang belum saya kunjungi juga. Rencanaya saya mau kesana lagi nanti pas libur sekolah. Semoga bisa tersampaikan lagi. Pokoknya selama di Bali saya puas dan senang.πŸ’‹ Jika kamu ada pertanyaan soal Bali, silahkan tinggalkan komentar saja. Nanti saya jawab jika saya tahu. heheπŸ’“   selamat berlibur ke Bali.  πŸ‘


Selasa, 29 November 2016

tempat pariwisata terseram


5.Ghost Hill, Penang , Malaysia

Tempat yang terletak di Penang, Malaysia, ini merupakan sebuah area pemakaman terbesar yang dilengkapi dengan sebuah museum di atas bukit. Selain itu, Ghost Hill juga memiliki sebuah bunker yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai persenjataan. Kabarnya, para pekerja konstruksi atau orang-orang yang lewat di sana pernah diganggu oleh para arwah yang mendiami tempat ini.

tempat pariwisata terseram

4.Gunung Merapi, Jawa Tengah, Indonesia

Gunung-gunung di Indonesia, terlebih di Pulau Jawa, sejak lama dipercaya sebagai tempat tinggal bangsa jin. Begitu pula dengan Gunung Merapi yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Fenomena gaib yang sulit dijelaskan dengan ilmu pengetahuan seringkali terjadi di gunung ini. Salah satu kejadian aneh yang kerap ditemukan pendaki adalah pasar gubrah atau pasar gaib yang dipercaya sebagai pasarnya makhluk halus. Pasar ini terlihat seperti pasar biasa namun muncul di tengah-tengah gunung pada tengah malam. Di pagi hari, sisa-sisa pasar benar-benar hilang dan tak berbekas sama sekali.

tempat pariwista terseram

3. Aokigahara, Japan

Di balik keindahan hutan dan gua di Gunung Fuji ternyata tersimpan tempat yang horor. Di kaki gunung tertinggi di Jepang ini ternyata terdapat sebuah lokasi tempat bunuh diri. Banyak sekali tulang belulang berserakan di lokasi ini.Hutan Aokigahara di Jepang sangat terkenal sebagai tempat orang yang ingin menghabiskan hidupnya. Sudah banyak kasus bunuh diri ditemukan di hutan yang akhirnya dikenal dengan nama lain Hutan Bunuh Diri ini.Menurut kabar kadang sering sekali terdengar suara menyerit dari dalam hutan

tempat pariwisata terseram

2. European Ossuaries, France

adalah situs tempat berkumpulnya semua kerangka-kerangka manusia di eropa, berpusat di Prancis, Sekitar 230.000 orang meninggal di Pertempuran berdarah Verdun tahun 1916 dan ossouaries berdiri sebagai tugu peringatan dan tempat penyimpan ratusan ribu tulang belulang selain itu kalian akan melihat 130ribu tulang teridentifikasi sebagian pejuang perancis atau jerman yang berjajar rapih disepanjang gedung yang anda liat melalui jendela.

tempat pariwisata terseram

1. Tana Toraja, Indonesia

Di Tana toraja mayat tidak dikubur melainkan di letakkan didalam tongkonan (rumah adat) diacara tsb juga diadakan pemotongan kerbau. Selain itu juga kita dapat mengunjungi bermacam jenis pemakaman disini seperti di ‘Kambira’ mayat bayi di pohon, ‘Batu tumonga’ mayat dibatu dan rantepao mayat digoa,
Dan Konon disebuah gua di desa Sillanang sejak tahun 1905 telah ditemukan mayat manusia yang utuh, tidak busuk sampai sekarang. Mayat itu tidak dibalsem seperti yang dilakukan orang-orang Mesir Purba bahkan tidak diberi ramuan apapun. Tapi bisa tetap utuh. Di samping mayat yang anti busuk, ada pula mayat manusia yang bisa berjalan diatas kedua kakinya, bagaikan orang hidup yang tidak kurang suatu apapun tapi jangan salah berpikir maksud mayat berjalan ini, dimana dalam perjalanan itu ia tidak bisa sendirian, harus ditemani oleh satu orang yang hidup yang mengawalnya, sampai ketujuan akhir yaitu rumahnya sendiri. Mengapa harus demikian?

ceritanya begini. Orang-orang Toradja biasa menjelajah daerahnya yang bergunung-gunung dan banyak ceruk itu hanya dengan berjalan kaki. Dari zaman purba sampai sekarang tetap begitu. Mereka tidak mengenal pedati, delman, gerobak atau yang semacamnya. Nah dalam perjalanan yang berat itu kemungkinan jatuh sakit dan mati selalu ada.

Supaya mayat tidak sampai ditinggal didaerah yang tidak dikenal (orang Toradja menghormati roh setiap orang yang meninggal) dan juga supaya ia tidak mengusahkan manusia lainnya (akan sangat tidak mungkin menggotong terus-menerus djenazah sepandjang perdjalanan jang makan waktu berhari-hari), maka dengan satu ilmu gaib, mungkin sejenis hipnotisme menurut istilah jaman sekarang, mayat diharuskan pulang berjalan kaki dan baru berhenti bila ia sudah meletakkan badannya didalam rumahnya sendiri.